Ekspor Kopi Brasil Anjlok 27%

Hampir 80% peroduksi kopi arabika yang dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Aceh Tengah ini, diekspor untuk mengisi pangsa pasar kopi di daratan Eropa dan Amerika. “ladi jangan kira. begitu harga di pasar internasional naik, eksportir langsung untung,” ujarnya. “Plus” harga Kopi Arabika Sumatra yang jauh dibawah harga kopi Kolombia yang justru “plusnya menurun menjadi 20 poin dari sebelumnya poin itu benar-benar mengejutkan pelaku perkopian dunia. Saidul Alam, mengatakan, harga Arabika Su-matra yang dewasa ini “plusnya sudah mencapai poin diatas harga ter-mina dari selama ini hanya “plus” poin merupakan sejarah baru dalam perkopian dunia. Jenis kopi ini sangat disukai khususnya oleh pasar Eropa dan Amerika Serikat karena memiliki aroma khas dan cita rasa yang unik dan mampu memanjakan penikmat kopi dengan kesan mildnya.

Membuat ekspor kopi

“Kita sangat bersyukur karena di tengah pandemi, kita bisa tetap bisa melakukan ekspor yang mudah-mudahan akan terus berlanjut ekspor-ekspor komoditi dan produk lainnya untuk kontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” kata Didi. Kedua varietas kopi tersebut dinilai memiliki cita rasa yang unik dan dipengaruhi oleh cara pengolahannya dan kekhasan iklim daerahnya. Nah tentu kita mendorong supaya mereka yang tertarik ini jika ada kesulitan terkait produk unggulan untuk menghubungi disperindag,” kata Yuliswani. Program ini diharapkan dapat memutus rangkaian distributor, sehingga dapat memperbaiki harga jual produk. Diakui Recta, permintaan produk prebiotik Pro Em-1 di pasar domestik selalu meningkat ditengah peningkatan jumlah penderita Covid 19.

Mayoritas ekspor kopi kemasan Indonesia ditujukan ke Filipina dengan porsi seventy two,9% di tahun lalu. Kemudian diikuti oleh Malaysia sebesar 7,2%, Uni Emirat Arab sebesar 3,3%, Singapura 1,6%, dan China 1,5%. Moelyono melanjutkan, tantangan pelaku usaha kopi kemasan ke depannya masih seputar pasokan bahan baku yang terancam dari segi pasokan, terutama untuk kopi arabika akibat gangguan cuaca. SPEK adalah surat persetujuan pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dikeluarkan oleh yang bertanggungjawab di bidang perdagangan di Propinsi/Kabupaten/Kota. SPEK juga dapat digunakan untuk pengapalan dari pelabuhan ekspor di seluruh Indonesia.

Negara-negara importir di atas juga merupakan eksportir (re-export) produk kopi olahan, melalui produk kopi sangrai, bubuk, cair hingga beku. Negara-negara importir kopi mentah kini justru mendominasi pasar ekspor kopi sangrai dan kopi olahan dunia. Meski demikian, pemerintah tetap optimis kinerja positip ekspor kopi masih bisa berlanjut. Terlebih lagi pemerintah Mesir memberi kemudahan terhadap impor komoditas pangan selama pandemi corona berupa kemudahan mengeluarkan.barang dipelabuhan.

Miftakhul juga mengatakan, bahwa selama pandemi, pihaknya lebih menata peningkatan potensi di hulu untuk meningkatkan kualitas kopi yang bagus. Sehingga, saat kembali diekspor kualitas kopi Tanah Air tak kalah saing dengan kopi dari negara lain. “Produk kopi Indonesia itu specialty, harganya juga lebih mahal dari kopi luar negeri,” ujarnya.

Beberapa eksportir kopi di lndonesia juga optimis akan tetap melakukan pengiriman kopinya sesuai kontrak dagang yang telah ditandatangani patrons Mesir saat Trade Expo Indonesia lalu. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, hari Rabu (29/4/20). Tabanan (bisnisbali.com) –Tahun ini dengan kondisi iklim yang mendukung, produksi kopi hasil petani di Kabupaten Tabanan diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya. Sayangnya, seiring dengan peningkatan tersebut produksi unggulan hasil perkebunan daerah lumbung pangan ini malah berpotensi absen dari ekspor pada tahun ini. Berdasarkan knowledge Kemendag tahun 2018, Filipina menjadi negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia, yaitu sebesar 30% dari whole eksppor kopi Indonesia dengan nilai US$ 421 juta atau setara Rp 6,1 triliun.

Oleh karena itu, negara-negara yang mendominasi produksi kopi dunia berada di wilayah Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara. Sedangkan untuk ekspor biji kopi menurun 31,25% menjadi US$ 815,ninety three juta atau setara Rp eleven,8 triliun dari 2017 yang mencapai US$ 1,2 miliar atau setara Rp 17,5 triliun. Amerika Serikat menduduki peringkat dua sebagai importir kopi Indonesia dengan nilai sebesar US$ 255 juta atau setara Rp 3,2 triliun dengan berkontribusi 19% terhadap total ekspor kopi Indonesia. “Sementara information Badan Pusat Statistik menunjukkn, complete nilai ekspor biji kopi dan kopi olahan periode Januari sampai Mei 2020 turun sebesar 12,2% dan impor kopi juga turun 35,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Iman.

“Dibawah kepemimpinan Menteri Pertanian yang sekarang ini nilai ekspor komoditas pertanian naik 10% atau four hundred Trilyun dibanding era sebelumnya”, kata Ali di sela acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Sri Paduka Paku Alam X itu. Dikatakan permintaan kopi luwak di dalam negeri relatif stabil, antara lain dari Yogyakarta dan Semarang. Setiap bulan, pasti ada permintaan untuk dikirim sekitar dua hingga tiga kilogram dari beberapa hotel di Yogyakarta, Semarang, dan Temanggung.

Kualitas yang mumpuni ini membuat biji kopi asal Temanggung produksi Andi juga sudah cukup banyak diminati oleh pelanggan dari luar Indonesia. Sepuluh negara pengimpor kopi dunia, yang juga mengekspor ulang, namun dalam bentuk kopi olahan. Sejauh ini, terdapat beberapa perusahaan produsen kopi kemasan yang beredar di Indonesia dan memiliki merek kopi kemasan yang cukup acquainted di kalangan masyarakat.

Impor biji kopi asal Indonesis pada 2019 sebesar US$ 59,5 juta atau naik 2,30% dibanding 2018 yang sebesar US$ 58,2 juta. Dia menjelaskan, untuk pelatihan lanjutan diberi materi berupa praktik langsung ekspor kopi hingga pengurusan dokumen ekspor kopi. “Banyak pelaku usaha yang ingin terjun ekpor kopi karena peluangnya besar, tidak hanya ekspor tapi juga dalam negeri. Namun mereka, belum tahu instrumennya, karena itu AEKI memfasilitasi untuk belajar,” ujarnya. Hal tersebut membuat banyak pelaku usaha ingin terjun dalam bisnis ekspor kopi, hanya saja mereka masih belum memiliki instrumen ekspor kopi. Potensi ekspor kopi sangat besar, sayangnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat international, Indonesia masih jauh tertinggal. Minimnya informasi yang didapatkan terkait standar pangan global, seperti HACCP misalnya, membuat produk Indonesia sulit tembus ekspor.